jump to navigation

Pacaran Islami…??? Oktober 25, 2009

Posted by inisyafi in Berbagi Cerita.
Tags:
trackback

Halaman ini merupakan “bacaan wajib” bagi pembaca blog ini. Isinya berupa daftar link (taut), lengkap dengan keterangan seperlunya. Kami menyusunnya secara sistematis untuk mempermudah kita dalam mengkaji percintaan pranikah yang islami, sehat, dan SMART.

Apa yang dimaksud dengan “pacaran”?

Apakah Pacaran sesudah menikah lebih nikmat? Lebih nikmat daripada sebelum menikah? Tidak. “Pacaran sesudah menikah” Itu mustahil terjadi apabila kita kembalikan makna kata pacaran ke makna aslinya, yaitu persiapan sebelum menikah.

Definisi Pacaran Sangat Jelas

Inilah definisi “pacaran” yang baku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Apakah pada orang yang pacaran, harus terdapat perilaku saling mengakui pasangan sebagai pacar? Begitukah definisi “pacaran” yang benar?

Apakah pada orang yang pacaran, harus terdapat aktivitas seksual? “Haruskah saya berhubungan seksual dengan pacar saya?

Pacaran bukanlah seperti membuka buku sampai lecek dan lusuh

Apa pun definisi atau pengertian Anda tentang “pacaran”, Kenali dan jalani pacaran yang islami!

Mengapa pacaran?

Karena Nabi Muhammad pun pernah pacaran dengan Khadijah, tetapi secara islami.

Supaya Siap Menikah menurut sudut pandang psikiatri dan agama

Karena ada 12 Alasan Mengapa Bercinta Sebelum Menikah menurut Abdul Halim Abu Syuqqah (ulama Ikhwanul Muslimin)

Untuk mengamalkan Konsep mencari jodoh secara Islami

Halal-Haram Pacaran (Dalil Mana Yang Lebih Kuat?) Yang lebih kuat adalah yang menghalalkan pacaran. Kalau tak percaya, silakan periksa Bantahan terhadap Penentang Dalil Pacaran dan juga Hukum Pacaran dalam Islam

Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh? Walau sudah ditakdirkan Allah, Dia telah mempersilakan kita untuk berusaha supaya Dia mengubah takdir-Nya. Rasulullah pun telah mengajarkan doa istikharah yang isinya mengandung permohonan mengubah takdir-Nya.

Mengapa bukan sekadar taaruf?

Karena para ulama terpercaya menyeru kita: Berilah kemudahan bercinta daripada mencegah zina secara berlebihan!

Karena pada kenyataannya, pacaran tidaklah identik dengan “mendekati zina”, seperti Ciuman dengan Pacar

Karena ada yang memohon “Izinkan Aku Berzina”

Taaruf dan pacaran islami: Mana yang lebih efektif? Pada umumnya, pacaran islami itu lebih efektif. Kurang efektifnya taaruf itu dapat kita saksikan contohnya pada kasus Taaruf Unik yang lucu

Karena kita waspada, jangan-jangan… Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!! Sejumlah konsep taaruf ternyata menetapkan aturan atau pembatasan yang bukan berasal dari Allah dan Rasul-Nya

Karena kita waspada pula, jangan-jangan… Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren? Pada kenyataannya, untuk pranikah, Islam tidak mensyariatkan taaruf. Yang diajarkan adalah tanazhur (menaruh perhatian), yang kita sebut sebagai pacaran islami.

Bagaimana cara mencegah/mengatasi masalah pacaran?

Kenali secermat-cermatnya apa Yang Sesungguhnya Diinginkan Cewek/Cowok

Cara Menolak Permintaan Si Dia

Gunakan Jurus-jurus penangkal zina supaya selamat dari “zina hati”, “zina mata”, “zina tangan”, dan sebagainya

Meskipun cinta itu misterius, ada sebuah Cara Praktis Mendeteksi Kesungguhan Cintanya

Hadapi dengan bijaksana kalau diancam oleh ortu atau kakak, “Kalau sampai ketahuan, awas kamu!

Ambil sikap terbaik Bila Anda Ditentang untuk Pacaran

Cara “melupakan” si dia

Apa saja kiat pacaran sehat?

Taaruf dengan ikhwan, perlu tanya apa sajakah? Tidak banyak. Hanya saja, bedakanlah antara apa yang perlu diketahui dan apa yang perlu ditanyakan!

Penuhi Tiga Syarat Utama Tumbuhnya Cinta Romantis: suasana kondusif, kepribadian cocok, getaran hati

Lakukan pada Saat-Saat Terbaik untuk PDKT: suasana kondusif. Lakukan pada Saat-Saat Terbaik untuk Pacaran: saat syetan “dibelenggu”

Gunakan Gaya Pacaran Yang Paling Efektif: menyimak (mendengarkan secara aktif/produktif). Untuk itu, terapkan 10 Kiat Menjadi Pendengar Yang Baik

Utamakan Aktivitas Terpenting Pacaran Islami, tanazhur (saling menaruh perhatian), bukan berduaan

Terapkan Kiat Menulis Surat Cinta Romantis seindah-indahnya

Manfaatkan Agen Cinta yang mendekatkan Anda dengan si dia

Patuhi Panduan Pacaran dari Ibnu Hazm, Ibnu Qayyim, dan Abu Syuqqah

Bagaimana kalau kaum santri pacaran?

Bila Aktivis Dakwah Lakukan Pacaran, mereka bisa menjadi teladan bagi orang-orang awam

Kalau aktivis dakwah lakukan taaruf yang tidak islami… taubat, dong!

Pacaran Islami ala Aktivis Tarbiyah alias ikhwan-akhwat ternyata sejalan dengan konsep pacaran islami di blog ini

Inilah contoh bahwa ustadz pun pacaran (secara islami)

Ada pula contoh adegan pacaran Zaskia A Mecca

Apa fatwa ulama yang berkaitan dengan pacaran?

Haramkah “jalan menuju zina”? Tidak selalu

Haramkah menyentuh lawan-jenis non-muhrim? Tidak selalu

Sentuhan sebagai Ekspresi Cinta (Menurut Sunnah Nabi) ada syaratnya

Bolehkah laki-laki memandang perempuan? Boleh, asalkan memenuhi syarat

Bagaimana mengamalkan hadits-hadits tentang berduaan? Antara yang melarang dan membolehkan itu perlu disatukan

sumber : http://pacaranislami.wordpress.com/

Komentar»

1. Orang Aneh - Oktober 25, 2009

pacaran tuh budaya barat. Rosul melarang kita mengikuti budaya barat.
Pacaran pasti menjerumus pada maksiat.😦
http://tforce2009.wordpress.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: